8 September 20200 Komentar | Dilihat : 275 kali
Ditulis oleh Admin Kec. Plumpang
Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Wajib Masker

plumpang.tubankab.go.id –  Kabupaten Tuban kini kembali menjadi zona merah yang sebelumnya zona oranye pada 26 Agustus 2020. Status zona merah yang dipicu tingginya jumlah sebaran kasus positif dan jumlah kematian dalam dua pekan terakhir. Pemkab kini telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Tuban Nomor 65 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan yang telah berlaku mulai 1 September 2020 lalu hingga 15 September 2020 mendatang. Perbup tersebut juga sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomer 6 tahun 2020 perihal Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Selaras dengan Perbup tersebut, juga di terbitkan serat edaran Bupati Tuban Nomor 300/4483/414.012/2020 perihal Pemberlakuan Jam Malam sampai pukul 21.00 wib selama 15 hari, terhitung mulai tanggal 1sd 15 September 2020.

Camat Plumpang, Saefiyudin, S.STP., M.AP yang juga sekaligus sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Plumpang, kembali melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Corona. Langkah nyata dalam menjalankan Perbup Tuban Nomor 65 Tahun 2020 untuk Pencegahan mewabahnya virus Corona  (Covid-19) di wilayah Kecamatan Plumpang tersebut dilakukan bersama Komando Rayon Militer  0811/06  Plumpang, Kapten CPL Heriyanto, Kapolsek Plumpang IPTU Wahyu Dwi Waluyo, SH. Juga bersama Petugas Gabungan dari Kabupaten Tuban. Senin (7/9).

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Plumpang , Saefiyudin menegaskan dalam mengantisipasi penyebaran virus tersebut di wilayah kecamatan Plumpang yang terus meningkat ini, pihaknya akan tetap menggalakkan physical distancing. Untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan penanganan corona, Satgas Covid-19 Kecamatan Plumpang semakin  meningkatkan kewaspadaan dan rutin memberikan sosialisasi secara berkala, juga akan memperketat pengawasan dan penegakan disiplin terhadap pelaksanaan protokol kesehatan

Meski demikian, Saefiyudin meminta masyarakat Plumpang untuk tetap tenang dan tidak panik. “Dengan adanya peningkatan status keadaan darurat, maka kami akan lebih meningkatkan giat dilapangan utamanya dalam ranah penertiban physical distancing atau jarak fisik, pemakaian masker dan pemantauan di tempat-tempat mangkal”, pungkasnya. (sys jepe)

Kategori
comments powered by Disqus