23 May 20200 Komentar | Dilihat : 438 kali
Ditulis oleh Admin Kec. Plumpang
Camat Plumpang Saefiyudin, S.STP, M.AP bersama jajaran Forkompimcam Plumpang, Rabu (20/5) menerima langsung kepulangan 48 Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat Lamongan

plumpang.tubankab.go.id – Camat Plumpang Saefiyudin, S.STP, M.AP bersama jajaran Forkompimcam Plumpang, Rabu (20/5) menerima langsung kepulangan 48 Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat Lamongan  Dari jumlah 48 Santri tersebut, semua merupakan putra - putra asal Kecamatan Plumpang  yang sedang menimba  ilmu di Ponpes Sunan Drajat Lamongan. Karena saat ini tengah merebaknya wabah Corona Virus Desease atau Covid-19, maka Santri tersebut dipulangkan.

Menyambut kedatangan puluhan  santri asal Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan tersebut, Tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kecamatan Plumpang melakukan sterilisasi semua santri. Puluhan santri yang diangkut dengan menggunakan bus langsung dari Ponpes Sunan Drajat Lamongan tersebut, langsung mengikuti proses sesuai protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer.

“Proses yang mereka ikuti antara lain screening suhu tubuh, cuci tangan menggunakan cairan hand sanitizer serta wajib menggunakan masker,” kata Saefiyudin

Dalam kesempatan itu Camat Plumpang menjelaskan, secara administrasi santri dan keluarga harus membuat surat pernyataan bermeterai 6000 yang menyatakan bahwa  santri ini akan diisolasi mandiri di rumah selama 14 hari, karena untuk pencegahan dan antisipasi dari penyebaran Covid-19.

“Upaya ini adalah langkah antisipasi guna mencegah penyebaran Virus Corona. Kepada para santri, kami himbau agar melakukan karantina di rumahnya masing-masing, dan apabila ada keluhan sakit supaya segera periksa ke rumah sakit atau klinik terdekat dan koordinasi dengan perangkat desa setempat,” jelas Saefiyudin.

Komandan Rayon Militer  0811/06 Plumpang Kapten CPL Herianto bersama Kapolsek Plumpang IPTU Wahyu Dwi Waluyo, SH  menjelaskan,” Bahwa kepulangan para santri dari pondok pesantren Sunan Drajat Lamongan ini  terkait Virus Corona tujuannya demi menyelamatkan para santri atau anak yang sedang menuntut ilmu agama, Namun karena Aturan SOP yang harus di laksanakan, maka salah satunya harus diperiksa secara teliti oleh tim medis untuk mencegah penyebaran Virus Corona Covid-19.

Para Santri yang berjumlah 48 orang ini tidak terkena virus corona, tambah Kapten Heriyanto, Namun walau demikian kita tetap berharap agar tetap waspada dan jangan menganggap sepele terhadap virus Corona, sebab virus ini sangat membahayakan dan taruhannya nyawa, mulai saat ini menghimbau secara keras, masyarakat untuk memulai hidup bersih dan sehat dan jaga lingkungan agar tetap bersih, juga membatasi kerumunan orang banyak, tetap dirumah, serta tidak bepergian keluar daerah, stay at home.

“Setelah ini mereka diminta tetap di rumah, tidak kemana–mana," kata Kapten Heriyanto. Para santri itu otomatis jadi orang dalam pantauan (ODP), harus isolasi mandiri selama 14 hari. Pemeriksaan kondisi kesehatan itu sendiri jadi salah satu protokol penanganan corona Covid-19. Warga yang baru bepergian atau sebelumnya tinggal di luar kota dan pulang ke daerah masing–masing, otomatis jadi ODP.  (sys jp)

Kategori
comments powered by Disqus