12 September 20200 Komentar | Dilihat : 287 kali
Ditulis oleh Admin Kec. Plumpang
Tim penilai lapangan Jatim disambut Kades Klotok Suhartoyo, Camat Plumpang Saefiyudin S.STP. MAP dan Jajaran Forkopimcam Plumpang juga Kalaksa BPBD Tuban, Drs Yudi Irawan, MM.

plumpang.tubankab.go.id - Pemerintah Kabupaten Tuban  dalam mencegah penularan covid-19 membentuk Kampung Tangguh Bencana, tercatat sampai saat ini  sudah ada 67 desa tangguh di Kabupaten Tuban.  Salah satunya Desa Klotok yang mewakili Tuban dalam rangka Lomba Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2020 Tingkat Provinsi. setelah lolos sosialisasi dan seleksi administrasi, Penilaian lapangan digelar Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Kamis (10/09).

Lihat Juga : https://youtu.be/NbNG7bl_OFw

Penunjukkan Desa Klotok menjadi perwakilan dalam lomba itu, tentu bukan tanpa sebab. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Yudi Irawan  mengatakan, pemilihan itu didasari pada  tanggapnya relawan setempat akan bencana. “Terbukti mulai tahun 2019, atas binaan Saefiyudin Camat Plumpang,  di Kecamatan Plumpang  sudah punya tim relawan hingga sampai tingkat desa yang tergerak dalam menangani semua bencana yang terjadi”, jelasnya.

Ia juga menjelaskan kalau di masa Pandemik ini Desa Klotok satu-satunya desa di wilayah Plumpang yang pertama kali terkonfirmasi Covid 19, masyarakat desa dengan dibantu relawan tergerak untuk membuat ruang Isolasi hingga memproduksi sendiri masker dan dibagikan pada masyarakat.

Dalam kesempatan itu Camat Plumpang Saefiyudin menyampaikan selain bencana non alam Covid 19 ini, Kecamatan Plumpang bagian wilayah selatan sangat rawan terjadi bencana alam. Dikarenakan wilayah tersebut dilalui dua sungai besar, Sungai Bangawan Solo dan Sungai Avour Kuwu. Karenanya, masyarakat di daerah ini yang mayoritas petani harus membiasakan diri dengan bencana dan tidak menganggap bencana sebagai musibah. Diperlukan sebuah pemahaman dan sistem tentang kebencanaan untuk meminimalisir segala resiko.

“Sebagai langkah antisipatif terhadap bencana alam maupun non alam, diperlukan pemahaman masyarakat tentang Desa Tangguh Bencana (Destana). Ini diharapkan sebagai upaya pengelolaan risiko bencana dapat secara nyata berkontribusi dalam penurunan risiko bencana termasuk dampak perubahan iklim melalui pemberdayaan masyarakat desa dengan pelibatan langsung masyarakat termasuk di dalamnya kelompok rentan dan kelompok marginal lainnya”, ungkapnya.

Tim penilai lapangan disambut Kades Klotok Suhartoyo, Camat Plumpang Saefiyudin S.STP. MAP dan Jajaran Forkopimcam Plumpang juga Kalaksa BPBD Tuban, Drs Yudi Irawan, MM.

Lantaran saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan penilaian lapangan dilakukan tanpa prosesi penyambutan yang melibatkan banyak massa untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan Covid-19, BPBD Provinsi Jatim juga membagikan masker kepada masyarakat dan diserahkan langsung kepada Kepala Desa Klotok Suharyono. Setelah prosesi penyambutan dari Kepala Desa, Camat dan Kalaksa BPBD Kabupaten, masing-masing tim langsung melakukan pendalaman terhadap aspek dan indikator penilaian. (sys jp/didik)

Kategori
comments powered by Disqus