17 September 20190 Komentar | Dilihat : 265 kali
Ditulis oleh Admin Kec. Plumpang
Gema Sholawat berkumandang dengan iringan rancak rebana yang menjadi ciri khasnya menghipnotis para pengunjung

plumpang.tubankb.go.id - Plumpang Bersholawat berlangsung sangat meriah. Acara yang digelar di Lapangan Plumpang, Senin (16/9/19) telah menyedot ribuan jamaah dari wilayah Plumpang bahkan dari luar wilayah. Acara yang dimulai pukul 19.30 wib tersebut tidak sekedar melantunkan puji-pujian Nabi Muhammad SAW. namun juga sarat dengan pesan-pesan kebangsaan.

Habib Muhsin Al Hamid yang dihadirkan dari  Jember untuk memimpin langsung acara Plumpang Bersholawat dengan iringan Hadrah Ahbaabul Mustofa Gersik dalam rangka Peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-74 sekaligus tasyakuran Kepala Desa se-wilayah Kecamatan Plumpang.  Hadir dalam acara tersebut Camat Plumpang, Saefiyudin, S.STP. M.AP , Kapolsek Plumpang AKP Budi Friyanto SH, Danramil 0811/06 Plumpang Kapten ARM Teguh Haribowo beserta ibu serta diiring oleh jajaran pimpinan OPD dan Kepala Desa se-Wilayah Kecamatan Plumpang.

Lihat Juga : https://youtu.be/RRDS-MP1AqA

Gema Sholawat berkumandang dengan iringan rancak  rebana yang menjadi ciri khasnya menghipnotis para pengunjung, semua syairnya mudah merasuk di hati setiap muslim. Para Syekhermania – sapaan penggemar Habib Syekh, tampak larut ikut mengumandangkan syair-syair sholawat.

Dalam kesempatan itu Camat Plumpang Saefiyudin mengatakan agenda ini kalau bisa menjadi agenda tahunan. Setelah padatnya kegiatan mulai Pemilu, Pikades hingga kegiatan di bulan Agustus langsung menggelar ajang religi yang dikemas dengan Plumpang Bersholawat.

“Dengan bersholawat, kita berdoa bersama untuk bangsa. Lantunan sholawat yang menyejukkan hati, akan refresh kembali kalbu kita bersama. Sebagai momentum dalam meningkatkan keimananan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan Rosul-NYA”, ungkapnya

“Lebih dari itu, acara ini diharapkan mampu memicu semangat baru bagi masyarakat di Kecamatan Plumpang untuk terus bersatu membangun daerahnya”, imbuhnya

Di sela-sela lantunan sholawat malam itu, lagu-lagu Nasional tak lupa ikut di kumandangkan. Mulai dari lagu kebangsaan Indonesia Raya, Garuda Pancasil hingga 17 Agustus 1945 silih berganti dinyanyikan bersama Syekhermania.bahkan, Habib Muhsin Al Hamid juga melantunkan syair “NKRI Harga Mati”. (sys jp/Dix's)

Kategori
comments powered by Disqus